Latest News

Eksekusi Susno Duadji

Eksekusi Susno Duadji - Indonesia kembali dilanda dilema khususnya dalam bidang hukum yang seakan tidak ada habisnya. Salah satu kasus yang saat ini sedang menanjak popularitasnya adalah eksekusi Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc yang tidak lain adalah mantan Kabareskrim Polri. Ya, Susno Duadji begitu ia dikenal memang sedang dalam jeratan kasus hukum yakni berkaitan dengan kasus korupsi PT. Salmah Arowana Lestari (SAL) dan juga korupsi dana pengamanan pemilihan gubernur Jawa Barat. Ia dianggap sebagai whistle blower dari terungkapnya beberapa kasus besar yang akhirnya menyeret beberapa pejabat di negeri ini. Salah satu tersangka yang akhirnya dipenjara adalah Gayus Tambunan yang merupakan pegawai pajak. Bahkan disinyalir pula bahwa Susno Duadji juga mengetahui kebenaran dari kasus Bank Century. 

Eksekusi Susno Duadji
Nama Susno Duadji semakin melejit setelah ia "menolak" eksekusi" kejaksaan agung pada tanggal 24 April 2013 kemarin. Ia menolak eksekusi tersebut dan kemudian meminta perlindungan di Polda Jawa Barat. Bahkan menurut berbagai sumber, personil Polda Jabar berjaga di kediamannya di Bandung. Salah satu petinggi Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra juga datang dalam eksekusi tersebut. Dikatakan bahwa Yusril membantu Susno Duadji untuk menolak eksekusi tersebut. Lalu apa hubungan Yusril dengan Susno? Ternyata mereka berdua mempunyai hubungan di kancah politik, pasalnya Susno Duadji secara resmi telah menjagokan diri sebagai bakal caleg dari partai berlambang bulan dan bintang tersebut. Namun untuk kelanjutan pencalonannya, PBB masih menunggu keputusan MA. 

Sepak terjang Susno Duadji di dunia hukum indonesia memang sudah banyak makan garam. Apalagi ia adalah mantan jenderal yang secara status sosial jelas berbeda dari rakyat sipil biasa. Hmmm, betapa sulitnya mengeksekusi seorang jenderal. Pada tanggal 24 Maret 2011, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis kepada Susno Duadji dengan hukuman penjara selama 3,5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Tidak hanya itu, Susno juga dituntut membayar uang pengganti Rp 4 miliar atau 1 tahun hukuman penjara. Kasus hukum yang seharusnya dengan mudah dilaksanakan tersebut menjadi rumit karena mengandung aroma politis yang sangat kental dan kepentingan dari berbagai pihak. Setelah mencuatnya penolakan eksekusi kejaksaan oleh Susno, Polri selaku lembaga negara yang bertanggung jawab menjamin akan membantu kejaksaan dalam mengeksekusi Susno Duadji pada kesempatan selanjutnya. Hal itu disampaikan sendiri oleh Kapolri Timur Pradopo setelah menggelar rapat terbatas dengan presiden SBY dan Jaksa Agung Basrief Arief serta jajaran pejabat negara lainnya di Bandara Halim Perdana Kusuma. Semoga saja hukum di indonesia bisa menegakkan keadilan dengan sebenar-benarnya. 

Demikian sedikit ulasan tentang penolakan eksekusi oleh Susno Duadji yang membuat hukum di indonesia seakan tergadai dan semakin carut-marut. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Simak terus Constiti setiap hari.