Latest News

Gejala Autisme

Gejala Autisme - Sebagai orang tua anda tentu ingin memiliki anak yang sehat lahir batin, cerdas dan sempurna ketika ia lahir dan besar, karena anak merupakan harta yang paling berharga dalam sebuah keluarga. Ketika anak anda tumbuh sesuai dengan harapan anda maka anda pasti akan merasa begitu bahagia dan memberikan perhatian penuh kepada anak anda. Namun terkadang kehidupan tidak selalu sama dengan harapan anda, terkadang kenyataan bisa bertolak belakang dengan kemauan anda. Begitu juga dengan anak, ketika anda mendambakan memiliki anak yang sehat dan cerdas tetapi ternyata anak anda terlahir dengan tidak normal, maka anda harus berbesar hati untuk ikhlas menerimanya. Salah satu kelainan pada anak yang banyak dialami adalah autisme.

Gejala Autisme
Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak mencapai usia tiga tahun. Penyebab utama autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa, sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Anak penyandang autisme memiliki kesulitan dalam berbicara / verbal sehingga mereka cenderung menolak berkomunikasi dengan orang lain. 
Secara umum, gejala yang paling menonjol pada autisme adalah sebagai berikut :




1. Gangguan dalam berinteraksi dan berkomunikasi
Anak autis cenderung diam dan tidak mau berkomunikasi atau berinteaksi dengan orang lain karena ia mempunyai keterbatasan dalam hal komunikasi verbal dan non-verbal. Contoh dari gejala ini adalah anak terlambat berbicara, meracau dengan bahasa yang sulit dimengerti orang lain, lebih banyak meniru atau membeo, dan jika menginginkan sesuatu maka ia menarik tangan orang lain untuk melakukan kemauannya.

2. Gangguan dalam perilaku
Perilaku anak autis memang tidak seperti pada umumnya, karena mereka memiliki kelainan dan gangguan dalam syaraf motoriknya. Anak autis terkadang memiliki perilaku yang sangat agresif tetapi terkadang sangat defensif. Sebagai contoh, anak autis sering tidak bisa diam, berlari-lari tanpa arah, melompat-lompat, berputar-putar, dan memukuli meja. Tetapi mereka juga terkadang berperilaku defensif (pendiam) seperti terdiam dengan tatapan mata yang kosong, mengamati secara terus-menerus benda yang berputar-putar, atau bermain yang tidak variatif / monoton.

3. Gangguan dalam emosi
Anak autis memiliki gejala atau indikasi dalam hal emosinya, maka dari itu sikapnya terlihat aneh dan tidak lazim. Sebagai contoh, anak autis jika melihat orang lain menangis ia tidak kasihan dan empati, bahkan terkadang malah mendatangi orang yang menangis tersebut lalu memukulnya karena terganggu. Gejala lain aalah sering menangis tanpa sebab, tertawa tanpa sebab, dan mudah mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi. Anak autis memang sulit mengendalikan emosinya. 

4. Gangguan dalam interaksi sosial
Anak autis memiliki keunikan tersendiri ketika ia berada dalam suatu komunitas, terkadang ia enggan bermain bersama teman-temannya, menolak jika dipanggil, lebih memilih bermain sendiri, dan jika ada teman yang ikut bermain dengannya ia justru menjauh. 

5. Gangguan dalam persepsi sensoris
Gejala ini biasanya dapat diamati ketika anak autis sedang bermain. Anak autis terkadang menciumi mainan, menjilati mainan baik yang kotor maupun bersih, maka tidak jarang anak autis bersikap jorok. Ada juga anak autis yang menolak dipeluk atau memakai baju yang berbahan kasar dan tidak halus.

Gejala-gejala di atas harus dipahami oleh semua orang tua, karena dengan mengetahui gejalanya maka sesegera mungkin dapat melakukan penanganan dan tindakan medis. Tidak semua anak autis mengalami gejala yang sama, ada yang hanya sebagian saja tetapi ada pula yang menyeluruh.

Demikian informasi tentang Gejala Autisme, semoga dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah membaca artikel kami.
Baca juga artikel berikut ini : Terapi Untuk Penyembuhan Autisme