Latest News

Rahasia Otak Jenius Einstein

Rahasia Otak Jenius Einstein - Albert Einstein adalah seorang fisikawan yang paling populer pada abad ke-20. Bahkan ia penghargaan nobel dalam fisika yaitu pada tahun 1921 karena ia berperan dalam penjelasan tentang efek fotolistrik. Namanya semakin dikenal dunia setelah ia mengemukakan teori relativitas, bahkan nama "einstein" seolah disinonimkan dengan kecerdasan dan kejeniusan. Hal itu dikarenakan dunia mengenalnya sebagai sosok yang cerdas dan jenius. Ketenarannya bahkan melebihi tokoh-tokoh dunia lain. Hmmm, einstein bukan artis tapi bisa setenar itu ya. Albert einstein lahir di jerman pada 14 Maret 1879 dan meninggal pada tanggal 18 April 1955 di usia 76 tahun. Meskipun ia sudah meninggal, tetapi karya dan kejeniusannya masih melegenda sampai saat ini. Pertanyannya adalah, "Mengapa einstein bisa sejenius itu?." Nah pada kesempatan kali ini Constiti akan memberikan informasi tentang Rahasia Otak Jenius Einstein

Albert einstein memang mempunyai kecerdasan yang luar biasa hebatnya, jadi tidak heran bila dunia menamainya dengan "Si Jenius." Thomas Harvey selaku dokter yang mengautopsi einstein ketikan meninggal sengaja menyimpan otaknya untuk kemudian diteliti. Thomas sangat penasaran dengan kejeniusan otak einstein itu. Setelah menyimpannya, sang dokter pun kemudian meneliti otak einstein dengan menggunakan mikroskop. Thomas juga memotret otak einstein dari 14 sudut yang berbeda. Lalu apakah rahasia kejeniusan einstein terkuak? Ya, sang dokter akhirnya menemukan rahasia kenapa einstein memiliki kecerdasan yang luar biasa. 

Sang dokter menjelaskan bahwa dalam otak einstein terdapat perbedaan dengan otak-otak manusia lain. Otak einstein memiliki pola lipatan yang istimewa di beberapa bagian. Lipatan tersebut berada di bagian abu-abu otak, tempat dimana pikiran sadar (concious) berada. Padahal pada umumnya, pada bagian frontal lobes  ( wilayah yang berkaitan dengan pikiran abstrak dan perencanaan) tidak memiliki lipatan yang rumit seperti itu. Lipatan tersebut merupakan keistimewaan dan sesuatu yang canggih bagi otak manusia. 

Semakin banyak lipatan di otak maka semakin jenius

Otak einstein yang memiliki lipatan-lipatan di bagian abu-abu otak itulah yang membuat dirinya menjadi sangat jenius. Semakin banyak lipatan di otak akan membuat koneksi antar sel otak semakin baik, sehingga otak akan lebih cepat menyelesaikan masalah-masalah kognitif. Teori relativitas yang dikemukakan einstein tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai otak standar. Einstein mampu melakukannya karena ia mempunyai kapasitas dan keistimewaan di otaknya. Hmmm, bagaimana dengan otak kita ya?

Nah, sekarang muncul pertanyaan lagi,"Apakah keistimewaan otak einstein tersebut ada sejak lahir atau karena proses? Ada dua pendapat yang saling bertolak belakang. Pendapat yang pertama datang dari Dean Falk ( seorang antropolog dari Florida State University) yang menyatakan bahwa keistimewaan otak einstein tersebut bisa didapatkan karena keduanya, artinya bawaan sejak lahir dan didukung dengan pengalaman yang semakin mengembangkan potensinya. Sedangkan pendapat yang kedua datang dari Sandra Witelson dari Michael G. De Groot School of Medicine. Ia berpendapat bahwa otak istimewa einstein tersebut karena bawaan sejak lahir (karena gen dan sudah ada sejak dalam kandungan) dan bukan karena proses belajar.  Hmm, bagaimana menurut anda? Yang pasti, otak einstein memiliki anatomi dan struktur yang berbeda dari otak manusia pada umumnya. Itulah mengapa ia menjadi ilmuwan yang sangat jenius. 

Demikian sedikit informasi dari Constiti tentang Rahasia Otak Jenius Einstein. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semua. Seperti apapun kondisi otak kita, yang wajib kita lakukan adalah belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik. 
Baca juga artikel berikut : Cara Sehat Mengecilkan Perut Terlengkap