Latest News

METODE TERAPI UNTUK MENYEMBUHKAN DEPRESI (GANGGUAN JIWA) TERLENGKAP

Constiti.Com - Metode Terapi Untuk Menyembuhkan Depresi (Gangguan Kejiwaan) Terlengkap - Psikologi adalah salah satu aspek penting dari manusia selain jasmani. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena jika salah satu darinya bermasalah maka itu tidak normal. Idealnya adalah mempunyai jasmani yang sehat dan jiwa yang sehat. Mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Itulah slogan dan motivasi bagi kita agar kita selalu menjaga kondisi tubuh baik fisik maupun mental, salah satunya dengan berolahraga. 

Depresi adalah gangguan jiwa yang yang ditandai dengan suasana hati yang merosot/labil pada diri seseorang. Depresi bisa saja terjadi pada siapa pun, yang umumnya memiliki tekanan yang berat dalam hidupnya entah karena tekanan pekerjaan,tekanan ekonomi, atau tekanan lain. Untuk menyembuhkan depresi tersebut maka dapat dilakukan psikoterapi. Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang (wikipedia).

Metode Terapi Untuk Menyembuhkan Depresi (Gangguan Kejiwaan) Terlengkap

Psikoterapi menjadi salah satu alternatif pengobatan yang sering dilakukan oleh para terapis yang bertujuan untuk memulihkan kondisi mental pasien agar kembali normal dan dapat dilakukan selama beberapa kali. Ada beberapa metode psikoterapi yang saat ini cukup efektif untuk menyembuhkan depresi, dan cukup populer. Nah, pada kesempatan ini kami akan berbagi informasi mengenai beberapa metode terapi untuk menyembuhkan depresi (gangguan kejiwaan) kepada anda semua. Tetapi bagi anda yang belum sempat membaca artikel tentang terapi untuk menyembuhkan autisme, silakan anda baca di sini.

Langsung saja, berikut ini beberapa metode terapi untuk menyembuhkan depresi (ganggaun kejiwaan) :

1. Terapi perilaku dialektik
Metode terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu pasien (penderita depresi) yang memiliki kecenderungan/tingkah laku aneh misalnya percobaan bunuh diri, moody (mood yang tidak stabil), mudah panik, phobia (ketakutan yang berlebih), atau suka melamun karena pikiran kosong. Penderita depresi yang bertingkah demikian biasanya diakibatkan oleh gangguan obsesif kompulsif, gangguan makan, dan gangguan kekerasan baik fisik maupun mental. Metode terapi perilaku dialektik ini bertujuan untuk membantu pasein dengan gangguan-ganggaun tersebut khususnya dalam memahami perilaku dan pikirannya yang "ekstrem" tersebut. Selanjutnya penderita depresi akan diajarkan meniru dan mengembangkan kemampuan interpersonalnya agar dapat berperilaku normal terhadap sesuatu. Pasien penderita depresi akan belajar untuk menyelesaikan suatu masalah dan belajar mengembangkan kemampuan interpersonalnya di setiap minggunya. Caranya dengan memberikan masalah kepada pasien untuk diselesaikan di rumah, dan tentunya dengan monitoring dari terapis. Selain terapi secara individual, pasien juga akan menjalani terapi kelompok. 

2. Terapi psikodinamik
Metode terapi yang kedua adalah terapi psikodinamik. Sesuai dengan namanya, terapi ini bertujuan untuk membuat pasien merasa nyaman dan mau untuk berbicara tentang masalahnya secara blak-blakan/terbuka. Tentu hal yang dibicarakan adalah tentang pikiran dan perasaannya tanpa ada interupsi dari siapa pun. Jika pasien sudah merasa nyaman untuk curhat/mengutarakan pikirannya, maka akan terlihat pola perilaku yang secara tidak sadar akan terlihat selama terapi berlangsung. Selanjutnya sang terapis dapat menyimpulkan atau mengetahui apa sebenarnya sumber masalah yang menyebabkan depresi. Setelah mengetahui sumber masalahnya, barulah terapis melakukan tindakan untuk mengubah perilaku yang abnormal tersebut. Terapi ini cocok bagi pasien depresi, cemas, panik, atau gemar berekplorasi dengan pikirannya sendiri. Untuk lama waktunya, terapi ini biasanya bisa berjalan selama 2 tahun, dengan jadwal 1-2 kali pertemuan dalam seminggu.

3. Terapi interpersonal
Metode terapi ini sebenarnya lebih spesifik bagi penderita depresi yang berkaitan dengan interaksi terhadap orang lain, misalnya teman, keluarga, pasangan. Umumnya pasien yang memiliki kelainan dalam berinteraksi mempunyai sumber masalah utama yang menyebabkan itu. Dengan terapi ini dapat menyembuhkan kelainan tersebut dan pasien akan berinteraksi kepada orang lain secara normal. Durasi terapi ini biasanya selama 20 minggu dengan menitikberatkan pasien agar kemampuan interpersonalnya meningkat lebih baik. Caranya dengan memberikan tugas tertentu kepada pasien untuk diselesaikan. 

4. Terapi perilaku kognitif
Dasar dari trapi ini sesuai dengan namanya, yaitu merubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif sehingga dapat merubah perilaku pasien menjadi lebih baik lagi dan permanen. Kerja sama antara terapis dan pasien sangat diperlukan dalam terapi ini untuk mengidentifikasi perilaku pasien untuk kemudian keduanya menentukan rencana tindakan penyembuhan. Terapi ini cukup praktis dan tidak memakan waktu yang lama karena hanya berorientasi pada tujuan. Terapi ini menekankan kerjasama antara pasien dan terapis layaknya rekan bisnis, tetapi terapis wajib mengamati dan mengevaluasi perilaku pasien berdasarkan tugas yang diberikan. Terapi ini berlangsung selama 7 bulan dengan pertemuan 1-3 kali seminggu dan juga cocok untuk pasien yang mengalami gangguan makan, ketakutan berlebih (fobia), dan gangguan mood. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Metode Terapi Untuk Menyembuhkan Depresi (Gangguan Kejiwaan) Terlengkap. Semoga bermanfaat bagi anda semua dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Constiti untuk mendapatkan berbagai informasi penting dan menarik.

Para pembaca yang baik, jika anda menilai artikel ini baik dan bermanfaat silakan Like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.
Baca juga artikel berikut ini : Cara Membeli Rumah Bekas Yang Benar Dan Aman.