Latest News

MELIHAT LEBIH JAUH KEMAMPUAN CALEG KITA (ANGEL LELGA)

Constiti.Com - Melihat Lebih Jauh Kemampuan Caleg Kita (Angel Lelga) - Tidak terasa sekitar 3 bulan lagi kita bangsa indonesia yang telah mempunyai hak pilih akan menempuh suatu proses demokrasi yang disebut dengan pemilu (pemilihan umum). Tentunya tujuan dari pemilu tersebut adalah lebih memajukan negara indonesia dengan cara memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di gedung DPRD, DPD, dan DPR RI. Dan ingat pada tanggal 9 April 2014 mendatang kita sebagai warga negara yang baik hendaknya berpartisipasi dalam pemilu tersebut. Kenapa? Karena dengan suara kitalah para wakil rakyat akan bergantung, dan siapa yang terpilih nanti ialah yang akan menjadi ujung tombak dalam membangun indonesia ke depan lebih baik. 

Semakin mendekati hari pencoblosan, maka semakin ramai pula iklan, sosialisasi, dan pencitraan dimunculkan oleh para caleg di dapil masing-masing. Entah lewat media cetak atau media elektronik (baca : internet). Ada satu caleg yang menggelitik saya beberapa hari terakhir ini, terutama setelah saya menonton salah satu acara talkshow "berbobot" di Metro TV, yaitu Mata Najwa. Seperti yang kita tahu, Najwa Shihab (pembawa acaranya) adalah sosok wanita yang pintar, cerdas, dan berwawasan luas. Satu hal yang paling mencolok dari Najwa Shihab adalah kepandaiannya dalam memancing bintang tamu agar mengeluarkan sisi-sisi yang dirahasiakan. Selain itu Najwa juga pintar dalam menguji kecakapan seseorang lewat pertanyaan-pertanyaan pedasnya. Nah, salah satu caleg yang menjadi bintang tamu dalam Mata Najwa adalah Angel Lelga, Caleg Nomor 1 di Dapil V Jateng (Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Surakarta/Solo) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

MELIHAT LEBIH JAUH KEMAMPUAN CALEG KITA (ANGEL LELGA)

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan acara tersebut dan siapa pun bintang tamunya. Yang membuat saya menggelitik adalah materi wawancara antara najwa dan angel lelga. Bukan merendahkan, tetapi jelas terlihat bahwa angel lelga terkesan ngawur dan "tidak nyambung" saat meladeni rentetan pertanyaan dari najwa. Memang sebagian publik terkesan tidak percaya dengan artis yang nyaleg, karena dianggap hanya menjual tampang dan popularitasnya saja untuk meraup suara sebanyak-banyaknya, bukan integritas dan kemampuan untuk satu tujuan mensejahterakan rakyat. Tetapi tidak semua artis bernilai nol dalam politik, sebut saja nurul arifin, hengki kurniawan, primus yustisio, atau jeremy thomas, yang memiliki kemampuan menyampaikan pendapat dan berwawasan luas terutama dalam hal politik dan kebijakan-kebijakan. Memang, angel lelga masih sangat hijau di pentas politik nasional, sepak terjangnya lebih banyak dipenuhi dengan foto-foto saat dia belum berhijab, bintang film dewasa, serta isu pernikahan siri dengan publik figur indonesia. Tak ayal, saat angel lelga menjadi bintang tamu di mata najwa maka yang terdengar hanya "itu nanti setelah saya terpilih". Bahkan ketika ditanya tentang apa program (visi dan misinya) sebagai caleg DPR RI Nomor Urut 1 di partainya, ia hanya mengatakan jawaban yang sama. Sungguh jawaban yang sangat "aneh" sebagai calon anggota dewan yang nantinya akan melegislasi undang-undang dan kebijakan-kebijakan nasional. Bagaimana mungkin kita menaruh harapan besar dan menitipkan aspirasi kepada orang yang tidak tahu mengenai program? Apa yang akan dilakukannya kelak jika ia hanya mengatakan "kita lihat saja nanti" saat ditanya tentang apa programnya? 

Tentu kita sebagai konstituen yang akan memberikan hak politik kita untuk memlilih wakil rakyat harus benar-benar memahami siapa yang kita pilih, bagaimana rekam jejaknya, apa programnya, dan sejauh mana kepedulian dan kecakapan dia dalam berjuang di lembaga legislatif. Memang setiap orang bebas memilih siapa pun calegnya, namun yang wajib kita pikirkan adalah apa yang dapat kita harapkan dari caleg yang kita pilih? Inilah yang harus kita pertimbangkan sebagai pemilih, karena jika kita salah memilih wakil rakyat, bukan kesejahteraan dan keberpihakan kepada rakyat yang akan kita dapat, melainkan pengkhianatan dan kekecewaan yang akan kita dapatkan. Apakah anda rela suara dan aspirasi anda disalahgunakan untuk kepentingan caleg itu sendiri? Apakah anda mau diri anda digunakan sebagai boneka yang bisa disuruh untuk melakukan apa saja (memilih) demi suara terbanyak? 

Hal terakhir adalah, marilah kita sebagai pemilih harus cerdas dalam memilih wakil rakyat. Cerdas dalam arti harus tahu secara menyeluruh bagaimana kemampuan dan dedikasi caleg tersebut, setidaknya bagi dapilnya. Karena pada prinsipnya, seorang caleg harus memiliki wawasan yang luas khususnya dalam hal legislasi dan kepedulian kepada rakyatnya. Mustahil jika caleg yang baik hanya dibekali dengan kepedulian semata tanpa wawasan dan kecakapan, karena kemampuan dan keberpihakan kepada rakyat adalah dua sisi yang harus dimiliki oleh para wakil rakyat. Semoga dengan tulisan ini kita tidak terjebak dalam situasi yang sifatnya sementara, karena kita harus berpikir ke depan setidaknya selama 5 tahun ke depan. Jangan sampai anda memilih caleg yang tidak mampu dan ngawur karena saya yakin dia juga akan ngawur saat sudah terpilih dan menjabat. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Melihat Lebih Jauh Kemampuan Caleg Kita (Angel Lelga), semoga bermanfaat bagi anda semua dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Constiti untuk mendapatkan berbagai informasi penting dan menarik.

Para pembaca yang baik, jika anda menilai artikel ini baik dan bermanfaat silakan Like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.